Monday, May 24, 2010

me and my antique singer sewing machine

Truly... waktu klas 5 SD saya begitu kenal celana panjang jadi males hal hal yang berbau perempuan.  Gak suka dibeliin rok, gak suka dibeliin perhiasan emas, gak mau belajar jahit...  Bapak ibu saya sampai kuatir. Sampai bapakku ngendikan (berkomentar) "Anakku 3 opo lanang kabeh?"
Untunglah, meski tomboy, saya masih gak pede rambut pendek.. jadi masih kelihatan girly juga sih.  Sempet sih waktu SMP klas 1 saya dipaksa ibu bapak ikut ketrampilan menjahit, tapi gak suka karena itung-itungannya njlimet, pindah ke ketrampilan melukis. 

Ibu jarang memasak, tapi ibu pandai
menjahit dan beberapa kali punya mesin jahit. Untuk dipakai sendiri sih, karena ibu sibuk mengajar, dan setelah klas 4 SD ibu mulai sibuk PKK.   Salah satunya ada yang hilang dicuri maling, tapi hehehe... lantaran gak kuat bawa, diambilnya yang mesinnya doang, kakinya yang dari besi ditinggal. Gaak kuat ya bawanya yaaa mas maling? Hehehe.  Tinggal rangkanya.  Dan teronggok tak berdaya di pojok gudang di rumah Kuwak Kediri. Saya bilang pojok karena sudah tertimbun barang barang dari wartel yang juga sudah jadi  barang antik. 

Rangka kaki yang ditinggal si maling just like this pictures . Gak tau modelnya tanpa 'setir' atau dengan 'setir' .


 

Di foto yang gak pakai tali dari kulit untuk memutar...  mungkin sudah pakai foot starter atau dinamo yang terhubung ke listrik.  Yah, biar kaki gak capai mancal terus. Inget inget, si maling emang mana kuat bawa rangka seberat itu.  Wah, box kayunya gak dibawa juga, tapi gak tau dikemanain.
Ah... jangan sampai deh... nasib rangka kaki ini kaya foto ini.


 

Sampai mesin jahit ibu yang belum pakai dinamo / foot starter diberikan ibu ke saudaranya Bapak di Trenggalek. Kemudian ibu beli lagi, atas saran mas yang suka dengan high tech di jaman, dibelilah mesin jahit singer yang lebih canggih, pakai box.

Nah.. yang ini ingetnya juga dipakenya cuma awal awal beli.  Itupun yang belajar masku itu sama ibu.

 

Gak lama dipakainya.  Sampai ibu meninggal, mesin singer dengan kotaknya itu masih teronggok gak kepakai. Hmmm...yupp.. sekarang mesin itulah yang saya punya. 
 
Gak taunya, jodoh saya orang Trenggalek juga (masih saudara dr ibu, hehehe).  Nah... waktu habis nikah pindah ke Trenggalek 2004, aku titipin saudara sepupuku yang suami istri suka jahit dan guru pula.  Hehehe.  Persis ibuku dulu.  Aku titipin ke sana karena selain gak tau cara pakai mesin jahit, karena mereka yang lebih tahu mesin jahit, mereka benerin dan bisa mereka pakai sementara. Nah.. asyik kalo melihat mereka sibuk menjahit menjelang lebaran.
 

Gak taunya... 2006 Trenggalek kena banjir bandang. Rumah sepupuku itu, mas Bag, terendam dan sulit untuk menyelamatkan mesin jahit itu. Ahh... rusaklah box itu.  Jadi sekarang pun tinggal mesinnya doang. Hehehe...   Mas sudah menyarankan untuk dibuatkan box lagi.. tapi yupp.. tak kenal maka tak sayang... itulah saya dan mesin jahit.  Sampai sekarang 2010 ini, belum juga terlaksana untuk bikin boxnya...

To be continued... mau ke pasar dulu.  Sudah terang tanah...

Barusan aku telpon mereka.... Oh My Allah, mesinku sudah dibikinin kotak lagi. Gak jadi deh... mau dibikin antik dengan kaki yang teronggok di gudang, karena sama mas Bag sudah dibikin kotak yang kata mbak Da lebih bagus dari yang lama...

Yupp... hehehe harus segera ke sana dan harus segera menghasilkan.

Tipenya tahunya Singer 287 with cabinet

ini dia gambarnya


Close 
window


http://www.sewingmachine-sales.co.uk/sewing_machine_info/video/sewing-machine-feet.php
 
belajar pake video ini lebih mudah.

No comments:

tulisan baru

hadeeeh... gw dari dulu suka nulis.. jangan dibilang kena fb, wa gw gak pernah nulis. emang gw gak suka nyetatus... riskan kalo blog ...